Nasi Lengko Khas Brebes

Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal dan sekitarnya).

Waduk Malahayu

Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah; ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung.

Petani Bawang Brebes Bisa Galau

Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan khawatir petani bawang Brebes galau. Sebab, ribuan bawang impor segera masuk dan membanjiri pasar sejak Maret lalu.

Argowisata Kaligua

Perkebunan teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Senin, 29 April 2013

60 Warga Brebes Positif Terjangkit HIV/AIDS

BREBES, suaramerdeka.com - Sebanyak 60 warga di Kabupaten Brebes diketahui positif terjangkit HIV/AIDS. Jumlah itu berdasarkan data rekam Voluntary Counseling Test (VCT) di RSUD Brebes, sejak tahun 2010 hingga saat ini. Bahkan, selama empat bulan terakhir dari Januari hingga April 2013, telah mengalami penambahan penderita sebanyak 13 orang.

"Sejak tahun 2010 sampai sekarang, total penderita HIV/AIDS di Brebes sesuai data VCT RSUD Brebes, tercatat sebanyak 60 orang. Jumlah itu setelah mengalami penambahan pada empat bulan terakhir sebanyak 13 orang," tandas Perawat CSV RSUD Brebes, Alfi selaku nara sumber sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, yang dilaksanakan SSR NU Jateng Fatayat 1 di Pendapa Kabupaten Brebes, Senin (29/4).

Menurut dia, tingkat penderita HIV/AIDS di Brebes memang tergolong tinggi. Mengingat, penderita tidak hanya orang dewasa, tetapi sudah menjalar ke anak-anak. Dari data yang ada sebanyak 5 anak sudah terjangkit penyakit mematikan tersebut. Bahkan, 3 anak di antaranya kini telah meninggal dunia.

"Rata-rata penderita positif HIV/AIDS adalah kaum ibu rumah tangan. Banyak faktor penyebab ini terjadi. Sedangkan pada anak juga bisa terjangkit melalui Asi atau saat masih dalam kandungan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, para penderita yang mayoritas ibu rumah tangga itu kebanyakan tertular dari prilaku yang menularkan. Artinya, mereka bisa menjadi korban prilaku pasangan hidupnya. Namun, tidak mentutup kemungkinan akibat penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik.

Adapun upaya yang dilakukan, pihaknya sebatas memberikan layanan pengobatan dan memberikan dukungan. Menginggat, penyakit tersebut belum bisa disembuhkan. "Kebetulan kami sudah membentuk kelompok dukungan. Dari 60 orang itu, 10 orang kondisi hidupnya sudah optimal," terangnya.

sumber: suara merdeka

Minggu, 28 April 2013

Pelayanan PLN Mengecewakan, Sepuluh Hari Lebih, Listrik Belum Nyala

Koranlokal.com, (Brebes)- Pelayan cepat dan profesional yang di dengung dedengungkan PLN, ternyata masih sebatas daya tarik saja tak sesuai kenyataan. Pelayanan tiga hari listrik nyala ternyata belum bisa di penuhi. 

Sejumlah pelanggan yang sudah membayar biaya penyambungan pun mengeluh, sebab hingga dua minggu listrik di rumahnya belum juga nyala. Hudi salah satu warga Paguyangan Brebes, mengeluh meski sudah membayar biaya penyambungan namun sudah semingu lebih listrik belum juga sampai di rumahnya.

" Ada apa denngan PLN kenapa sampai seminggu lebih listrik belum juga nyala, kami sebagai calon pelanggan baru merasa di rugikan," ungkap nya. Menyikapi hal itu Manager UPJ Bumiayu, Teguh Sugeng melalui stafnya sewaktu di komfirmasi koranlokal melalui telepon mengaku ada keterlambatan material. " Stok KWH atau meteran belum ada, sehingga kami belum bisa memenuhi pelanggan. Kami juga belum tahu kondisi ini sampai kapan," ujar petugas.(Pur_KL.3/R1).

sumber:  koranlokal.com.

Sabtu, 27 April 2013

Pantai Randusanga Indah



Pantai Randusanga atau yang sekarang lebih dikenal dengan Pantai Randusanga Indah (Parin) berlokasi di Randusanga Kulon sekitar 7 KM ke arah utara dari jalan raya Pantura kota Brebes. Obyek wisata ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yang dibangun sekitar tahun 2001, dan untuk saat ini keberadaannya dikelola oleh Kantor Pariwisata Kabupaten Brebes. Di sepanjang jalan menuju pantai Randusanga akan banyak ditemui perkebunan bawang merah yang terhampar luas, sedangkan mendekati lokasi pantai, akan banyak di temui tambak- tambak yang umumnya digunakan untuk budidaya bandeng dan rumput laut.


Di lokasi pantainya sendiri akan dijumpai panorarama pantai yang masih alami disertai fasilitas mainan anak, mandi laut, panggung gembira, arena balap motor (grass track), camping ground, kafe dan rumah makan khas ikan laut bakar serta kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan bawang merah. Menjelang senja hari, para pengunjung dapat menikmati indahnya panorama terbenamnya matahari di cakrawala pantai.

Obyek wisata Pantai Randusanga Indah memiliki panjang sekitar 2 Km dengan luas lahan sekitar 30 Ha, namun yang baru dikembangkan sekitar 10 Ha, berbagai atraksi wisata yang ada di obyek wisata ini yaitu atraksi wisata anak yang dilengkapi dengan panggung gembira anak-anak, kolam becak air dan waterboom, arena wisata remaja dan dewasa yang dilengkapi dengan bangunan pendopo, penggung hiburan terbuka dan kafe, arena wisata bahari berupa pemandangan laut yang dilengkapi dengan anjungan dan gazebo. Selain atraksi wisata, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas wisata untuk mendukung atraksi tersebut diantaranya yaitu mushola, toilet, fasilitas perdagangan, kantor pengelola dan lain sebagainya. Obyek wisata ini bisa menjadi trip alternatif untuk wisata sepeda atau jalan-jalan karena mempunyai garis pantai cukup panjang, dengan pasir pantainya yang tanpa batu dan udara laut yang segar sehingga menjadikan wilayah ini ideal untuk jalan-jalan.



sumber : chipstory brebesku

Jumat, 26 April 2013

52,144 Ton Beras Paceklik Nelayan Dibagikan

Koranlokal.com, ( Brebes )- Sebanyak 52,144 ton beras paceklik bagi nelayan telah di bagi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Pembagian dilakukan secara simbolik untuk mengantisipasi dampak krisis kekurangan pangan akibat cuaca buruk angin baratan. Yang menyebabkan para nelayan tidak bisa melaut karena gelombang laut yang tinggi. Sehingga membahayakan nelayan itu sendiri.

Bupati berharap, para nelayan pada saat terjadi angin baratan bisa memiliki pekerjaan alternatif. Sehingga tidak tinggal diam di rumah. Pekerjaan atau kegiatan produktif bisa diciptakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga. “Beras ini hanya stimulan, jadi jangan jadi cegeran (diandalkan),” pesan Bupati belum lama ini.

Dalam menangkap ikan, Bupati juga menyarankan agar jangan menggunakan alat-alat yang dapat membahayakan diri sendiri dan merusak lingkungan, seperti bom ikan. Meski kita doa berdoa agar mendapatkan hasil tangkapan yang banyak tetapi juga perlu melestarikan pantai dan kandungan ikan di dalamnya. Sehingga bisa bertahan sampai tujuh turunan atau bahkan selamanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes Slamet Riyadi menjelaskan, sepanjang pantai Losari hingga Kaligangsa terdapat lebih kurang 13 ribu nelayan. Pada bulan Februari dan Maret terjadi angin baratan. Sehingga banyak nelayan yang tidak melaut demi keselamatan jiwanya. Beras nelayan dibagi di lima kecamatan yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Masing-masing nelayan mendapatkan 4 kilogram beras. Beras ini diambil dari stok bencana alam yang disediakan olah Pemerintah Kabupaten Brebes sebanyak 100 ton pertahun. “Paceklik yang dialami para nelayan dikategorikan sebagai bencana alam, maka mereka berhak mendapatkan beras bencana alam,” kata Slamet. 

Pembagian dilakukan selama dua hari, pada Senin (22/4) meliputi Kecamatan Brebes, Wanasari dan Bulakamba. Sedangkan hari Selasa (23/4) meliputi kecamatan Tanjung dan Losari. “Bantuan ini diberikan tahunan bila terjadi paceklik pantai,” tambah Slamet.
 
sumber: koranlokal.com

Jelang UN SD, SK Penyelenggaraan Belum Diterima

Koranlokal.com, ( Brebes ) - Pelaksanaan Unjian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah dasar sebentar lagi akan segera digelar, namun hingga saat ini SK Penyelenggaraan UN tingkat SD belum juga turun dari lembaga Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 

Demikian di katakan Turip SPd MPd selaku Koordinator UN kecamatan Paguyangan, Rabu (24/4/2013) siang. Menurutnya, Padahal pelaksanaan UN tingkat SD/MI tinggal hitungan hari lagi yakni sekitar tanggal 6 - 8 Mei 2013 mendatang, akan tetapi pihaknya tidak tahu pasti kenapa SK Penyelenggaraan UN tingkat SD ini belum turun juga.

"Meskipun SK Penyelenggaraan UN belum juga turun, namun setiap sekolah di wilayah UPTD Pendidikan Paguyangan hampir semuanya telah membuat Prosedur Operasi Standar (POS) UN 2013" katanya. 

Dia menambahkan, untuk peserta UN tingkat SD/MI wilayah UPTD Pendidikan Paguyangan berjumlah 2.062 siswa, jumlah tersebut berasal dari 50 SD Negri dan 10 MI se kecamatan Paguyangan. " Sementara untuk distribusi soal Ujian akan di pusatkan ke UPTD Pendidikan kec Paguyangan dan untuk keamanan naskah soal , kami akan meminta bantuan pihak petugas dari kepolisian maupun TNI guna sama-sama.
sumber: koranlokal.com

Meresahkan Pengguna Jalan, Pantura Diperbaiki



INFOPANTURA.COM – Brebes – Lantaran kerusakan jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, dianggap telah meresahkan pengguna jalan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjanjikan akan menangani kerusakan pantura, khususnya Jalan Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto mengatakan, kerusakan jalan pantura saat ini memang merupakan hal yang biasa terjadi, mengingat penggunanya amat padat. Dengan kerusakannya yang terjadi yakni di Jalan Klampok. Jalan ini diklaimnya merupakan jalan yang paling mengalami kerusakan.

“Kita akan memberi lapisan rigid atau beton di permukaannya. Ketinggian jalan ini nanti akan lebih tinggi dibanding jalan di sisi itu (sisi selatan), serta di bawahnya akan dilengkapi dengan gorong-gorong,” kata Djoko saat melakukan peninjauan jalan rusak di Jalan Klampok, Wanasari, Brebes kemarin.

Adanya jalan rusak itu jelas akan berimbas kepada ruas jalan lainnya. Sehingga penanganan yang dilakukan harus sesegera mungkin. Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas adanya kerusakan jalan.

Disinggung soal penanganan jalan rusak yang terkesan lambat, Djoko berpendapat, jika penanganan itu tidak hanya dilakukan saat jalan rusak, tapi pihaknya tetap melakukan perawatan setiap saat.
Pihaknya sejauh ini masih fokus kepada penanganan kerusakan pantura. Meski sejumlah upaya alternatif telah mereka lakukan seperti penyiapan jalan by pass Brebes-Tegal atau akrab disebut Jalan Lingkar Utara (Jalingkut). Untuk Jalingkut, pihaknya mengaku pembangunannya lambat karena bank dunia selaku pemberi bantuan dana menghentikan sementara bantuannya.

Sementara untuk kerusakan Jembatan Pemali, pihaknya mengaku akan memberikan penguatan konstruksi lantai dengan menggantinya dari plat baja ke lapisan beton. Namun, plat baja tetap akan dipertahankan sampai setelah Lebaran Idul Fitri. “Kami sudah melakukan penguatan di  beberapa bagian jembatan,” ujarnya.

Disampaikannya, jika konstruksi ototropik di Jembatan Pemali merupakan proyek uji coba. Tapi di lapangan banyak ditemukan kendala teknis sehingga proyek pengerjaan itu mengalami kerusakan terus menerus.

sumber: infopantura.com

Ribuan Bebek Mati Mendadak, Peternak Rugi Puluhan Juta


INFOPANTURA.COM – BREBES – Ribuan bebek milk warga desa Limbangan Wetan Kecamatan Brebes, Brebes, Jawa Tengah, mati mendadak. Di duga kematian bebek yang diternaknya, karena makanan loyang ( bekas nasi yang sudah dikeringkan ) yang disediakan untuk makanan bebek. Akibat kejadian tersebut, warga mengaku rugi puluhan juta rupiah.

Karso, warga Desa Limbangan Wetan menuturkan, kejadian kematian bebek yakni minggu kemarin (21/4), bebek yang di beri makanan berupa loyang oleh warga di beri campuran ikan, agar bisa bertelor banyak. Namun entah kenapa, tiba-tiba tidak berapa lama bebek yang menyantap makanan yang diberikan, sekitar 15 menit kemudian bebek-bebeknya mati mendadak.

“Bebek saya tadinya sehat semua, namun tiba-tiba setelah di beri makan kebanyakan mati mendadak. Bebek yang sebelumnya ada sekitar 1500 ekor, kini di hitung ada tersisa 60 ekor. Kalau harga bebek sekitar 50 ribu per-ekor, berarti dengan kematian sekitar 1440 ekor sudah merugi sekitar 70 juta-nan” ujar Karso dengan nada lesu.

Setelah bebek-bebeknya terlihat mati, Karso membakar bebek-bebeknya yang  barangkali terjangkit virus flu burung dan bisa menular pada binatang bebek milik tetangganya. Selain itu, dirinya juga sudah melapor pada kantor dinas peternakan Brebes perihal kematian mendadak bebek-bebeknya.

Sementara itu, menurut Jhoni Murahman, Kabid kesehatan hewan dan masyarakat veteriner Dinas Peternakan kabupaten Brebes saat dihubungi lewat telepon selulernya mengatakan, pihak peternakan yang dilapori segera membawa sample makanan Loyang yang bercampur ikan, beserta satu bebek yang mati  ke Laboratorium di Semarang, untuk di uji laboratorium.

” Saat ini, belum bisa memastikan penyebab kematian yang dialami bebek milik Karso, karena masih diupayakan uji laboratorium dulu. Mungkin dalam waktu singkat akan bisa di dapat informasi tentang kejadian mati mendadaknya bebek ternak milik Karso,” ujarnya.

sumber: infopantura.com
foto: ilustrasi

Puluhan Rumah di Brebes Rusak Diterjang Puting Beliung

BREBES, suaramerdeka.com - Angin puting beliung menerjang pemukiman penduduk di Desa Tegalreja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Kamis (25/4) sore. Terjangan angin berkecepatan tinggi itu membuat puluhan rumah warga porak poranda.

Tercatat sebanyak 7 rumah rusak berat dan 50 rumah lainnya rusak ringan. Hingga siang tadi (26/4), warga masih melakukan kerja bakti memperbaiki rumahnya yang rusak.

Selain merusak puluhan rumah, terjangan angin puting beliung juga menyebabkan lima pohon berukuran besar tumbang. Tak hanya itu, sebuah kandang ternak ayam milik warga juga rata dengan tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, kerugian material akibat bencana angin puting beliung itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Camat Banjarharjo Eko Purwanto SIP mengatakan, bencana angin puting beliung itu terjadi pada Kamis (25/4) sore, sekitar pukul 17.30 Wib.

Dari hasil pendataan petugasnya, tercatat 57 rumah warga rusak. Rinciannya, 7 rumah rusak berat dan 50 rumah rusak ringan. Namun demikian, saat ini kondisi di wilayah yang terkena bencana itu sudah mulai kembali normal. Rumahnya rusak ringan sebagian telah diperbaiki pemiliknya.
Namun, rumah yang rusak berat baru sebatas dirapihkan. Sebab, kondisi rumah yang rusak berat ada bagian tembok yang ambruk diterjang angin.

"Rumah yang rusak berat itu selama ini dihuni 22 jiwa. Mereka kondisinya baik dan tidak diungsikan karena rumah masih bisa ditempati," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (26/4).
Dari penuturan sejumlah saksi, lanjut dia, terjangan anging puting beliung berlangsung singkat. Saat itu kondisi Desa Tegalreja gelap oleh mendung seperti akan turun hujan besar. Tak berselang lama, dari arah selatan muncul angin puting beliung dengan suara gemuruh menerjang pemukiman warga.
Angin kencang itu datang disertai gerimis, tetapi setelah angin datang hujan lebat turun. "Saat kejadian, kebanyakan warga berada di dalam rumah, mereka pun kaget ketika tiba-tiba genting rumah berhamburan diterjang angin puting  beliung," ungkapnya.

sumber: suaramerdeka.com

Senin, 22 April 2013

Cara Membuat Telur Asin


Telur Asin adalah salah satu makanan Indonesia yang unik. Keberadaannya mungkin hanya bisa ditemukan di negara kita tercinta dan sangat sulit dijumpai di luar negeri. Inilah yang membuat telur asin ini unik. Salah satu telur asin yang terkenal di tanah air adalah telur asin Khas Brebes.

Telur asin adalah makanan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan, pada umumnya memakai telur itik atau telur bebek meski tidak menutup kemungkinan memakai telur lain.
konon memiliki rasa yang lebih enak daripada telur asin biasa pada umumnya. Jika di luar negeri telur dijadikan sebagai makanan cemilan di Indonesia digunakan sebagai lauk pauk sehari-hari. Meski rasanya kadang terasa sangat asin namun masyarakat tanah air kerap kali menggunakan makanan ini sebagai menu harian.

Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Cara Membuat Telur Asin Khas Brebes. Bagaimana sih cara pembuatannya. Mari kita bahas.

Bahan-bahan :

10 Sdm Garam Dapur
1000 ml Air
10 Butir Telor Bebek

Cara Membuat Telur Asin Khas Brebes yang simpel :

1. Telor bebek dibersihkan terlebih dahulu dengan cara di gosok atau disikat hingga bersih.
2. Simpan telur bebek dalam wadah untuk memeram telor bebek.
3. Tuangkan air kedalam wadah kecil lalu masukan garam dan aduk rata, sehingga menjadi larutan air garam.
4. Masukan telor bebek yang sudah bersih kedalam larutan tersebut.
5. Tutup rapat wadah, lalu simpan ditempat yang kering.
6. Untuk telor dengan kadar keasinan rendah disimpan 1 minggu saja, untuk keasinan sedang disimpan selama 2 minggu dan bila ingin sampai “Masir” ( kuning telor sampai keluar minyaknya ) disimpan sampai 3 minggu.
7. Selanjutnya telor bisa direbus atau di bikin masakan lain

sumber: http://goo.gl/yyE7a
foto: http://goo.gl/0Ywtm

Telur Asin khas Brebes

Telur merupakan sumber protein yang menyumbangkan pemenuhan gizi yang baik untuk masyarakat. Telur mudah diolah dan dicerna. Telur juga memiliki rasa yang nikmat dan gurih. Kandungan gizi dalam sebutir telur sangat baik untuk mengawal tumbuh kembang anak-anak. Telur juga dianjurkan bagi mereka yang sedang memulihkan kesehatan dan sedang menjalani kehamilan. Sayangnya, dengan sejuta manfaat dan peruntukan, telur cenderung mudah untuk rusak baik itu cangkang telur maupun bagian dalam telur. Karenanya, perlu perlakuan yang hati-hati. Ada banyak cara yang dilakukan agar kualitas telur tetap terjaga.

Telor asin, mungkin tidak semua orang suka. Khas sekali makanan ini, entah bagaimana sejarah asal mulanya bisa muncul telor yang dibikin asin, semua orang sering menyebut makanan ini berasal dari daerah Brebes.

Dari telor hijau atau dari telor seekor bebek yang bisa menghasilkan telor yang rasnya asin dengan pengolahannya yang begitu rumit dan dengan proses waktu yang lama untuk membuatnya. Jika mudik atau melewati jalan pantura dari pinggiran kota sampai jantung kota Brebes tumpukan telor asin banyak terpajang di etalase toko. Dan dari pusat kota menuju ke kawasan wisata pantai Randusanga banyak berdiri kandang bebek (itik) yang dari sanalah bahan baku telor asin itu diperoleh.

Tepatnya di Desa Lamaran, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Industri telur asin ini banyak yang berskala rumah tangga dan menengah sehingga hampir setiap rumah di desa ini memproduksi telur asin yang bermacam-macam ragamnya.


Proses membuat telur asin masih menggunakan cara yang tradisional atau sederhana. Sebelumnya harus dilakukan pemilihan telur yang bagus dan baik atau layak untuk di buat telur asin yang lezat yaitu telurnya tidak mengalami retak atau pecah dan bukan telur yang telah dibuahi (telur tetas). Telur bebek yang sudah dipilih dan dibersihkan harus dilumuri dengan adonan tanah liat yang telah dicampuri dengan air, abu gosok, dan garam laut. Telur bebek dilapisi adonan kurang lebih 1cm dan diakhiri dengan pemberian lapisan abu gosok.  


Telur yang sudah selesai dilumuri adonan tanah liat dimasukkan kedalam sebuah tempat atau peti untuk disimpan selama 14 hari atau 2 minggu. Setelah 2 minggu, lapisan tanah liat dibersihkan sampai bersih sampai tidak ada kotoran di pori-pori kerabang telur. Ada beberapa teknik pemasakan telur bebek asin yaitu direbus, dipanggang, dan dioven. 


Perbedaan teknik pemasakan telur bebek asin mempengaruhi tekstur dan rasa. Telur bebek asin yang mengalami proses perebusan bertekstur basah dan berair. Telur bebek asin yang mengalami proses pemanggangan dan oven memiliki tekstur kesat dan memiliki rasa yang khas. Keunggulan telur bebek asin yang dimasak melalui proses pengovenan adalah lebih tahan lama dan kandungan nutrisi telur tetap terjaga.

Telur bebek asin Brebes ini memiliki ciri khas yaitu gurih, rasa asin yang merata di sebuah bagian telur dan warna merah kecoklatan pada kuning telur yang kaya akan omega-3 dan protein. Sedikit berbeda dengan telur bebek asin yang sekarang banyak di jumpai di daerah-daerah lain. Harga jual telur bebek asin di Brebes antara Rp1.800,- hingga Rp2.4000,- untuk telur rebus, antara Rp2.200,- hingga Rp3.000,- untuk telur yang dioven atau dipanggang.


sumber: http://m.kaskus.co.id/post/516273768027cf574400000f
data brebesku

cara membuat telur asin simpel khas Brebes klik disini

Punya Kekasih yang 'Bossy', Hindari Bermurah Hati


Liputan6.com Tak semua wanita suka dengan sikap kekasihnya yang bossy alias bergaya bos dan gemar memerintah. Kerapkali, sifat bossy itu bisa menimbulkan konflik dalam hubungan.

Jika sang wanita tak senang dengan kebiasaan itu, cobalah berkompromi. Berikut beberapa kiat menghadapi pasangan bossy seperti dikutip Magforwomen, Senin (22/4/2013):

1. Meminta penjelasan


Jangan hanya menyerah dengan apa pun yang dikatakan kekasih. Minta penjelasan padanya. Jika ia meminta melakukan sesuatu tapi Anda tak menginginkannya, jangan berkompromi.

Tanyakan padanya mengapa dia senang bersikap bossy. Ketika Anda menuntut penjelasan, ia akan menyadari kesalahannya.

2. Hindari bermurah hati


Jika si dia minta melakukan segala sesuatu dan kemudian Anda mengabaikan atau menghindarinya, dia akan berpikir kalau Anda tak suka dengan sikapnya. Jika ia berusaha mengendalikan kehidupan Anda, cukup bicarakan dengannya.

3. Percaya diri


Jika dia suka memerintah, Anda harus memiliki kemauan kuat dan rasa percaya diri. Atasi situasi dengan cara benar. Dia akan terus mendominasi jika rapuh. Coba miliki rasa percaya diri dan mandiri sehingga ia tak bisa terus memerintah Anda.

4. Menghadapi

Jika mencintai si dia, katakan padanya kalau Anda tak senang melihat perilakunya yang senang memerintah. Dia pasti akan mengerti.

Bicara padanya agar saling menghormati dan katakan bahwa persahabatan dan kesetaraan itu penting dalam hubungan. Ini mungkin akan membuatnya sadar dengan kesalahannya.

5. Buat cemburu

Bergaullah dengan teman-teman lainnya atau teman si dia. Biarkan dia menyadari kesalahannya. Ketika dia melihat Anda dengan orang lain, ia akan menyadari pentingnya Anda. Dia juga mungkin akan mengubah sikapnya demi Anda.

6. Mengatasi masalah kepercayaan

Bicara padanya tentang kepercayaan. Dia mungkin menjadi bossy karena alasan ini. Katakan padanya kalau ia harus mempercayai Anda. Jika Anda memiliki kedudukan yang sama dalam suatu hubungan, tak ada masalah di masa depan.

7. Tinggalkan dia


Tak ada yang memaksa Anda tetap bersamanya jika tak merasa nyaman. Jika tak ada perubahan perilaku, tinggalkan saja. Lebih baik menghabiskan hidup bersama pasangan yang menghormati Anda. (Mel/Abd) 

sumber: liputan6.com
foto: photobucket

Longsor Satu Rumah Ambruk, Jembatan Antar Dukuh Putus

 Koranlokal com (Brebes) - Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan Brebes mengakibatkan sebuah jembatan penghubung Rt 06 menuju RT 05 di RW 01 Dukuh Karangasem Desa Kedung oleng putus diterjang banjir sungai Muncang pada, Senin (22/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan juga membuat satu rumah ambruk terkena longsor, serta satu masjid rusak tersambar petir.

Rumah yang mengalami rusak pada bagian dapur nya yakni milik Sahudin RT 7 RW 01, Dukuh Karangasem Desa Kedung oleng kecamatan Paguyangan Brebes. Selain rusak, satu ekor kambing milik Sahudin mati terkena reruntuhan rumah. Beruntung penghuni rumah selamat terhidar dari reruntuhan. Menurut Tumirah (45) istri Sahudin, ketika hujan deras turun air hujan meluap hingga melewati pondasi di belakang rumah. 

“ Semakin lama air semakin banyak lalu masuk ke dalam dapur rumah saya, lalu dapur berikut kandang kambing ambruk. Beruntung anak saya yang berada di dalam rumah cepat lari sehingga selamat, sedangkan suami saya (Sahudin) sedang kerja di jakarta," Tutur Tumirah kepada koranlokal.com 

Terpisah Sekretaris Desa Kedung Oleng Seger SH, memperkirakan akibat bencana tersebut kerugian ditaksir Rp100 Juta. “ Kerugian untuk jembatan penghubung yang putus sekitar Rp 75 juta, atap Masjid Karang asem Rp 10 juta dan rumah Sahudin Rp 15 Juta, Total kerugian seluruhnya berjumlah Rp 100 juta," Terang Seger.(pur_KL.03/R1) 

sumber: koranlokal.com

Puluhan Siswi SMA Gelar Flashmob Teater di Trotoar


PanturaNews (Brebes) - Puluhan siswi mengenakan seragam SD, SMP dan SMA melakukan aksi protes di pusat keramaian kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di trotoar jalan raya Diponegoro depan kantor Telkom Bumiayu, Senin 22 April 2013 sekira pukul 14.00 WIB.

Bermula dengan seorang siswi bersegam SD yang berjoged dan nampak aneh, tak lama muncul siswa berseragam SMP di susul siswa berseragam SMA hingga berjulam puluhan siswi. Mulanya mereka berdiri dengan berjoged ada juga yang sambil memegangi telinga dan sesekali terdengar teriakan histeris dan perlahan mereka duduk dan terdiri suara seperti tangisan lirih.

Puluhan siswi tersebut ternyata tidak sedang melakukan aksi protes, tapi sedang bermain teater secara terbuka. Siswi yang berjumlah 36 orang itu bermain teater secara tak terduga atau flashmob sehingga mengundang perhatian banyak orang yang kebetulan berada di sekatar lokasi depan Pasar Induk Bumiayu.

"Ini merupakan pertunjukan teater secra flashmob, atau secara tiba dan tak terduga bagi banyak orang yang dilakukan oleh siswa yang tergabung dalam komunitas teater Lentera," kata Hernandes SS, pelatih dan pembina Teater Lentera Bumiayu.

Menurutnya, teater yang ditampilkan siswi-siswi dari SMA Negeri 01 Paguyangan itu menggambarkan tentang kondisi siswa-siswa yang telah susah payah belajar menghadapi Ujian Nasional (UN). Mereka tekun belajar bahkan mereka tertidur di meja belajar karena kelelahan, tetapi tiba-tiba mendengar kabar UN ditunda, mereka pusing menangis dan putus asa.

"Teater yang ditunjukkan anak-anak tadi memang menggambarkan bagaimana kecewanya para siswa dan entah akan dikemanakan nasib mereka," ujar Hernandes.

Dikatakan, potensi dan bakat seni terutama teater para siswa di Bumiayu cukup bagus, itu dapat dilihat begitu nampak alaminya mereka saat bermain teater. Padahal mereka tergabung dan berlatih dalam komunitas Teater Lentera ini baru satu bulan.

"Ini akan jadi bekal bagi kami untuk dapat ciptakan teater sendiri di Bumiayu," ucap Hernandes.
Sementara itu, salah satu siswi yang ikut bermain dalam demo teater, Ratu Fiqi Elhanun mengatkan, dirinya sangat bangga dan senang dapat ikut bergabung di Teater Lentera. Dirinya dapat berekpresi dalam teater dan menunjukkan bakat dan kemampuannya di bidang seni teater.

"Saya dan juga teman lainnya sangat senang dan bangga ternyta kami bisa bermain teater," katanya.

Dia berharap Teater Lentera yang ada di Bumiayu ini dapat berkembang dan menjadi wadah para seniman teater untuk berekpresi menujukkan kemampuannya. "Saya ingin Teater Lentera ini bisa berkemabang," kata Hanun.

sumber: panturanews.com 
foto: Zaenal Muttaqin

Sabtu, 20 April 2013

Waduk Malahayu


Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah; ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas kawasan ini sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda.


Fungsi waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung dan Bulalakamba juga sebagai pengontrol banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.



                                                                   
Berbagai fasilitas tersedia di kompleks wisata ini antara lain kolam renang anak, mainan anak, becak air, perahu pesiar, perahu dayung, panggung terbuka serta disediakan tempat parkir yang cukup luas.

Pada setiap Idul Fitri diadakan Pekan Wisata dengan pentas orkes melayu/dangdut sebagai hiburan. Sementara Sedekah Waduk, dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap hari raya.

Mitos yang hidup di masyarakat sekitar waduk ini adalah bahwa pasangan pengantin baru wajib membasuh muka dengan air waduk. Konon, pasangan yang melaksanakan hal itu akan langgeng mengarungi mahligai rumah tangga. Karena itu, hampir setiap ada pengantin baru, mereka selalu menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut. Yang unik, mereka kadang-kadang datang masih mengenakan pakaian pengantin, dengan diiringi puluhan bahkan ratusan pengiring. Tradisi ini dilaksanakan selain dipercaya mengandung berkah kelanggengan bagi pasangan itu, juga sebagai upaya tolak bala.

Mujair goreng adalah hidangan istimewa di lokasi wisata ini. Beberapa warung makan yang mendirikan bangunan di timur waduk menyediakan ikan mujair goreng dengan harga murah.

Terkadang diadakan lomba balap perahu, lomba mancing, dan sebagainya. Penduduk setempat juga menggunakan perahu compreng untuk rekreasi air mengelilingi waduk.


sumber: wikipedia
foto: dok brebesku dan google

4 Bulan, Ratusan Sekolah Tidak Dapat Dana Bos


PanturaNews (Brebes) - Selama empat bulan terhitung sejak Januari - April 2013, ratusan sekolah Madrasyah Ibtidaiyah (MI), Madrasyah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasyah Aliyah (MA) swasta di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikabarkan tak kunjung mendapatkan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS).

Akibatnya, para guru Wiyata Bhakti yang mengajar di sekolah tersebut, terpaksa belum menerima honor yang bersumber dari dana BOS. Kondisi tersebut dirasakan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

Masalah itu ditambah dengan belum turunnya tunjangan fungsional bagi guru negeri yang ditugaskan di MI swasta sebesar Rp 250 ribu, selama delapan bulan mulai Juli hingga Desember 2012 lalu. Hal tersebut semakin membuat resah kalangan pendidik di lingkungan Kemenag Kabupaten Brebes.

"Saya mempertanyakan sekali dengan dana BOS yang empat bulan belum cair hingga sekarang. Ditambah dengan belum cairnya tunjangan fungsional bagi guru negeri yang ditugaskan di MI swasta sebesar Rp 250 ribu selama delapan bulan mulai Juli hingga Desember 2012 lalu. Kalau tidak ada kejelasan kapan akan turun tunjangan fungsional, bagaimana nantinya saya bisa memenuhi kehidupan sehari-hari, sementara tidak ada penghasilan lain dari profesi saya sebagai guru," ujar salah satu guru MI swasta yang keberatan disebutkan identitasnya, Jumat 19 April 2013.

Menyikapi hal tersebut, Kasi Mapenda Kantor Kemenag Kabupaten Brebes, M Ma'mur Yusuf saat dikonfirmasi membenarkan, jika dua anggaran itu belum bisa dicairkan. Sebab, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang berada di Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah masih dalam tanda bintang. Artinya, meski DIPA sudah tercantum dalam anggaran tahun ini, tetapi belum bisa dicairakan.

Dia menjelaskan, sekolah penerima BOS yang ditangani Kemenang Brebes adalah MI, MTs dan Aliyah swasta. Sedangkan untuk MI, MTs dan Aliyah negeri sudah langsung sebagai pengguna anggaran. Total penerima BOS itu sebanyak 313 sekolah. Meliputi, 204 MI swasta, 86 MTs Swasta dan 23 Aliyah swasta. Khusus Aliyah mulai tahun ini akan diujicobakan menerima dana BOS.
"Dana BOS ini dicairakan tiga bulan sekali atau triwulan. Alokasi BOS khusus MI tahun ini mencapai Rp 5 miliar untuk triwulan pertama," ungkapnya.

Terkait tunjangan fungsional guru, kata Ma'mur, dana tersebut belum bisa cair karena anggaran di Kemenang mengalami pagu minus. Meski begitu, hak para guru itu tidak hilang. Sebab, pihaknya akan mengajukan ulang agar bisa turun dan pencairannya dilakukan secara rapel.

sumber :http://www.panturanews.com/index.php/panturanews/baca/8192/20/04/2013/4-bulan-ratusan-sekolah-tidak-dapat-dana-bos.html
foto : ilustrasi

Pelajar Asal Brebes Siap Berlaga di Olympiade Sains Tingkat Nasional



Koranlokal.com, ( Brebes )- Laode Agung, siswa Kelas VIII A SMP N 2 Jatibarang Brebes kini tengah sibuk belajar guna mempersiapkan diri berlaga ketingkat Nasional dalam ajang Olympiade Sains Nasional (OSN). Dia berhasil menyisihkan 35 peserta pada laga OSN bidang Biologi tingkat Jawa Tengah yang digelar 12-13 April lalu di Donohudan Boyolali. 

“Aku gak nyangka jadi juara,” tutur Laode yang kelahiran Tegal 12 Maret 1999 itu sambil mengulum senyum saat diwawancara di ruang Kepala SMP N 2 Brebes, Jumat (19/4/2013). 

Selain belajar sendiri, dalam menghadapi OSN Laode mengaku mendapatkan bimbingan dari dua orang gurunya, yakni Ibu Sri Yuliati MPd dan Ibu Dewi Muninggar SPd. Setiap hari Selasa dan Kamis Laode dibimbing secara intensif oleh gurunya. Sedangkan untuk belajar mandiri, Laode secara rutin belajar bada Isya hingga pukul 22.00 malam, di rumahnya Desa Padaharja Kec Pagerbarang Kab Tegal.

Anak dari pasangan Bapak Laode Sahadi dan Ibu Siti Fatimah ini menjelaskan, kegemaranya pada ilmu biologi karena senang mengamati organ-organ tubuh manusia. Dan yang paling mendorong dirinya gandrung pada pelajaran biologi karena bercita-cita ingin menjadi dokter. “Saya ingin menjadi dokter, jadi harus seneng dong sama pelajaran biologi,” tuturnya tegas.

Kepala SMP N 2 Jatibarang Drs Moh Idi Fitriyadi MPd mengaku turut gembira atas prestasi siswanya yang bakal berlaga ke tingkat Nasional. Selaku Kepala Sekolah, dirinya terus mensuport untuk kebangkitan belajarnya. “Apapun prestasi para siswa, kami selalu memberikan penghargaan yang setimpal dengan prestasinya,” ujar Idi.(Mak_KL/R1)

sumber : http://www.koranlokal.com/fastnews.php?no=590610
foto : ilustrasi

PMI Jateng Bantu Korban Gempa Gunung Dieng

PanturaNews (Semarang) - Posko PB (Penangulangan Bencana) PMI Provinsi Jawa Tengah melaporkan, Jumat 19 April 2013 pukul 18.58 hingga 19.28 WIB, Gunung Dieng diguncang gempa hingga 4 MMI. Magnitude 4,8 SR, episentrum 7,29 LS-109,88 BT kedalaman 5 Km dan berpusat di 11 Km barat laut Wonosobo (Dieng).

Kepala Divisi PB PMI Jawa Tengah (Jateng), Dwi Handoko, mengatakan bahwa gempa yang terjadi dirasakan sejak sore hari dan membuat warga panik dan kembali terjadi pada malam hari.
“Gempa dirasakan di wilayah Wonosobo, Banjarnegara dan Batang,” katanya.

PMI Provinsi Jawa Tengah tengah berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Batang. Informasi saat ini warga yang di Kabupaten Wonosobo mengungsi di di Balai Desa Dieng Wetan (sekitar 500 orang), di Balai Desa Jojogan (sekitar 400 orang).

Sedangkan di Kabupaten Banjarnegara, warga Desa Pekasiran mengungsi di Desa Gambol dan Pasurean. Pengungsi di Kabupaten Batang yaitu warga Desa Rejosari Kecamatan Bawang sekitar 40-50 KK/250 jiwa di gedung kecamatan dan 30 KK di gedung NU.

“Petugas PMI saat ini masih mendata dan berkoordinasi dengan dinas terkait setempat,” terangnya.
PMI Jawa Tengah dan PMI Kabupaten setempat, saat ini sudah mempersiapkan pendirian dapur umum di wilayah pengusngsian, dan membantu menyiapkan kebutuhan warga, seperti selimut dan obat-obatan.

(Kiriman: M. Nashir Jamaludin - PMI Provinsi Jawa Tengah)
sumber: http://www.panturanews.com/index.php/panturanews/baca/8194/20/04/2013/pmi-jateng-bantu-korban-gempa-gunung-dieng.html

Pemerintah Harus Cepat Tangani Jalan Rusak




Koranlokal.com, (Brebes)- Kerusakan jalan Nasional Tonjong Brebes yang mengalami longsor beberapa bulan lalu dinilai salah satu anggota DPR RI dari komisi V Teguh Juwarno sebagai hal yang sangat penting diselesaikan.

Menurut Teguh Juwarno anggota komisi V yang membidangi PU serta perumahan rakyat, jalur Brebes Purwokerto yang merupakan jalur transpotasi baik sayuran maupun kebutuhan sembako dan yang lain menjadi terhambat akibat jalan dibuat satu jalur.

Kondisi ini harus cepat disikapi Pemerintah mengingat jalan raya Tonjong merupakan jalan Nasional yang sangat vital. "tutur Teguh saat meninjau ke lokasi Jum at (19/4/2013)


Selain itu, imbuh Teguh, soal tonase kendaraan yang memperngaruhi kerusakan jalan juga harus di pertimbangkan dan pihak Pemerintah terutama kementrian Pekerjan Umum harus turut ber tanggung jawab. 

Seperti diberitakan tebing sungai kalong di depan SMA Muhamadiyah Tonjong mengalami longsor. Bahkan longsoran kini sudah menggerus badan jalan raya Tonjong selebar dua meter sehingga jalan dibuat satu jalur (Pur_KL.3/R1).

sumber : http://www.koranlokal.com/fastnews.php?no=590608
foto : ilustrasi

Kamis, 18 April 2013

Dua Bangunan SD Ambruk dan Satu Bangunan Terancam Rusak di Salem


PanturaNews (Brebes) - Dua bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk dan satu bangunan terancam ambruk. Dua bangunan yang ambruk yakni SD Windusakti dan SD Winduasri, sementara bangunan yang terancam ambruk adalah SD Salem 04.

"Dua bangunan SD ambruk dan satu masih terancam," ungkap Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Sutar MPd, Rabu 17 April 2013.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengecekan ke sekolah yang ambruk dan terancam tersebut. Ketiga bangunan usianya telah tua dan rapuh sehingga ambruk karena tak mampu menahah beban, begitu pula dengan yang terancam ambruk.

"Faktor usia bangunan yang membuat ambruk dan terancam," kata Sutar.
Kondisi tersebut cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa dan pihak sekolah terpaksa menerapkan waktu belajar secara bergantian karena kekurangan ruang kelas.

"Ruang kelas berkurang sehingga siswa belajar secara brgantian untuk kelas satu dengan kelas dua," kata Sutar.

Peristiwa ambruknya terjadi pada awal tahun lalu, SD Windusakti dua ruang dan SD Windusakti dua ruang serta bangunan SD Salem 04 yang terancam ambruk juga dua ruang. Semuanya telah diinventarisir kerugiannya dan telah dilaporkan ke Pemkab Brebes untuk segera dilakukan rehab.
"Sudah kami laporkan dan diharapkan tahun ini dilakaukan rehab," tandas Sutar.

sumber: http://www.panturanews.com

Rabu, 17 April 2013

Pelajar SMP Tewas Terseret Arus Sungai Kalong

Koranlokal.com (Brebes) - Nyawa Iza Mahendra (13) Seorang pelajar kelas VII SMP Darul Ulum (DU) Tonjong, tak dapat terselamatkan setelah dirinya bersama temannya Wahyu Kurniawan (13) sempat tenggelam dan terseret arus sungai Kalong masuk Desa Linggapura Kecamatan Tonjong, Rabu (17/4/13) siang.

Berdasarkan informasi yang dapat dihimpun koranlokal.com menyebutkan, kejadian bermula sekira pukul 12.00 wib, saat Korban bersama 10 anak yang lainnya tengah mandi disungai Kalong seusai bermain bola. Tiba-tiba arus sungai yang semula normal berubah menjadi deras dan meluap dengan kecepatan yang tinggi hingga membawa korban hanyut terbawa arus sungai tersebut. Melihat kejadian itu, teman-temannya mencoba menyelamatkan kedua korban yang masih ada hubungan kerabat itu. Dan oleh teman-temannya kedua korban yang ditemukan sekitar 100 meter diantara selipan bebatuan sungai tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Tonjong dengan menggunakan sepeda motor, guna mendapatkan pertolongan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis Puskesmas Tonjong, ternyata nyawa Iza Mahendra sudah tak tertolong lagi. Sementara korban kedua yakni Wahyu Kurniawan, hanya mengalami gangguan pernapasan saja. Azis kakak korban menuturkan, awalnya iza pamitan kepada mamahnya akan membantunya membawa pasir, akan tetapi sesampai disana adiknya malah diajak teman-temannya bermain bola dipinggiran sungai.

" Saya kaget manakala teman-temannya berteriak jika iza terseret arus sungai, spontan saya langsung lari menuju sumber suara dan ternyata saya dapati iza dalam keadaan lunglai. waktu itu kondisi iza masih ada tanda-tanda kehidupan namun sesampainya di IGD Puskesmas, ternyata nyawanya telah tiada, " Ungkapnya sedih.

sumber : koranlokal.com

Selasa, 16 April 2013

Jadi jalur narkoba, Polres Brebes siaga

Sindonews.com - Kabupaten Brebes yang berada diperbatasan disinyalir menjadi jalur peredaran narkoba karena berada di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat. Kepolisian resor (polres) Brebes mengaku siaga mengantisipasi peredaran narkoba yang melintas di wilayahnya.

Kasat Narkoba Polres Brebes AKP Sapari mengatakan, wilayah Brebes merupakan salah satu wilayah yang rawan dengan kejahatan narkoba. Sebab, letak Kabupaten Brebes berada pada perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dengan demikian, pihaknya harus selalu siaga dalam mewaspadai peredaran narkoba.

"Brebes merupakan daerah yang menjadi arus perlintasan utama pantura. Jadi peran kami sama saja sebagai filter dari peredaran narkoba," kata Sapari ditemui dalam gelar perkara kasus ganja di Mapolres Brebes, Rabu (17/4/2013).

Wilayah Brebes ini mencakup 17 kecamatan atau menjadi kota terbesar kedua se-Jateng setelah Cilacap. Dengan wilayah yang amat luas tersebut, maka polisi amat membutuhkan peran masyarakat terutama dalam hal memberikan informasi.

Belum lagi, personel polisi yang berasal dari satuan narkoba terbatas jumlahnya.

"Personel kami hanya sembilan orang. Kalau untuk menangani semua wilayah di Brebes, akan kewalahan. Maka dari itu kami mohon masyarakat ikut memberi informasi," katanya.

Pada 2013 ini, pihaknya telah menyelesaikan kasus narkoba hingga sembilan kasus, dengan dominasinya adalah kasus ganja. Adapun jumlah tersangkanya 16 orang.

"Termasuk salah satunya yang baru tertangkap kemarin (Jumat, 16/4) di Bumiayu," jelas Sapari.

sumber :http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/17/22/738930/jadi-jalur-narkoba-polres-brebes-siaga

Nasi Lengko khas Brebes



Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal dan sekitarnya). Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu ditaburi pula di atasnya, juga toge rebus, serta disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, dan di taburi bawang goreng. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.

Untuk menambah selera makan, biasanya makanan ini disajikan dengan ditambah 5 atau 10 tusuk sate kambing yang disajikan secara terpisah di piring lain.

resep membuat nasi lengko :
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 buah tahu putih (250 gram), potong kotak
250 gram tempe, potong kotak
50 gram taoge, seduh
1 buah ketimun (100 gram), potong empat, iris tipis
3 tangkai kucai, potong 1 cm
150 ml air
minyak untuk menggoreng

Bahan Halus:
2 siung bawang putih
1/2 sendok teh merica
1 1/2 sendok teh ketumbar
1 1/2 sendok teh garam

Bahan Saus (aduk Rata):
5 buah cabai merah, haluskan, haluskan
3 buah cabai rawit merah, haluskan
5 sendok teh gula merah
1 sendok teh garam
150 gram kacang tanah, goreng, tumbuk kasar
150 ml air panas

Bahan Pelengkap:
2 1/2 sendok makan kecap manis
5 sendok makan bawang goreng
1.000 gram nasi putih

Cara Pengolahan :
  1. Aduk rata bumbu halus dan air. Rendam tahu dan tempe sampai meresap. Diamkan 15 menit. Goreng sampai matang.
  2. Sajikan nasi di piring, tahu, tempe, taoge, ketimun, kucai, saus, dan pelengkapnya.
Untuk 5 porsi

sumber: wikipedia dan http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/8991/nasi-lengko

Senin, 15 April 2013

Sembilan Pelajar DI Brebes Selatan Tidak Ikuti Ujian Nasional 2013

Koranlokal.com (Brebes) - Sebanyak 4 pelajar dari beberapa Sekolah kejuruan di kecamatan Paguyangan tidak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2013, dikarenakan meninggal dan mengundurkan diri sebelum pelaksanaan UN 2013.

Berdasarkan data yang dihimpun koranlokal.com menyebutkan, ada 2 SMK yang muridnya tidak mengikuti UN 2013 yakni, SMK Bhara Trikora dan SMK Al Ma'arif Paguyangan.

Kepala Sekolah SMK Bhara Trikora Paguyangan, H. Nurrohman SPd mengatakan,Untuk SMK Bhara Trikora Paguyangan terdapat 3 pelajar, diantaranya 1 pelajar meninggal dunia atas nama Frastian Rhamandika asal desa laren karena kecelakaan pada akhir Januari 2013 lalu dan 2 pelajar mengundurkan diri pada bulan Februari 2013, masing masing atas nama Multazam dan Irfan Nur Setiyono. 

" Dalam pelaksanaan UN 2013 Sekolah kami hanya diikuti 67 pelajar, itupun belum dikurangi 3 pelajar tersebut. Mudah mudahan dari jumlah tersebut, siswa-siswi kami bisa lulus semua" katanya.
Bendahara panitia UN 2013 SMK Al Ma'arif Paguyangan, Siti Julaekha menyatakan hanya ada 1 pelajar atas nama Triyana Wulandari yang mengundurkan diri dari sekolah pada bulan Maret 2013, karena dibawa orang tuanya kejakarta. " Awalnya sekolah kami dalam pelaksanaan UN 2013 ini diikuti 181 pelajar trus dikurangi 1 pelajar sehingga tersisa 180 pelajar. Meskipun kita tahu UN kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, tapi kami berharap siswa-siswi SMK Al Ma'arif Paguyangan ini mampu mengerjakannya tanpa beban" katanya. 

Sementara Eko Priyono SPd selaku ketua Korwil 03 yang meliputi SMA/MA se Brebes Selatan mengatakan, untuk korwil 03 hanya ada 5 siswa yang tidak bisa mengikuti UN 2013 diantaranya 2 karena sakit dan 3 karena mengundurkan diri. "Mereka yang karena sakit akan diikut sertakan pada ujian susulan pada 22-25 April 2013 mendatang" ungkapnya. Diakui kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Paguyangan, Sudirman SPd bahwa Pelaksanaan UN kali ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan semakain diperketat. Tahun sebelumnya jumlah paket soal untuk satu ruangan hanya dua, dengan kode yang berbeda. Namun saat ini jumlah paket soal sebanyak 1-30, padahal setiap ruangan ada 20 kursi. "Dengan kata lain setiap siswa dalam satu ruangan mengerjakan soal dengan Barkot/kode dan isi soal yang berbeda pula. Secara otomatis banyak siswa yang sudah down duluan sebelum mengerjakan UN, namun itupun tergantung dari persiapan siswa itu sendiri. Jika kami telah menerapkan setiap ulangan harian hinggga ujian semester, diberlakukan hal yang mirip dengan sistim UN 2013. Sehingga Insya Alloh siswa-siswi kami, akan lebih siap dibanding siswa dari sekolah lain" pungkasnya.(Dhan_KL.13/RI) 

sumber : koran lokal

Tebang Pohon, Warga Brebes Tewas Tersengat Listrik

Metrotvnews.com, Brebes: Didi Priyano, 30, warga Dukuh Karangsalam, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas tersengat aliran listrik.

Korban diduga kurang hati-hati saat menebang pohon besar di pekarangan rumahnya yang dekat dengang kabel listrik.
   
Korban sebelumnya menebang pohon besiar dekat rumahnya, Senin (15/4). Tanpa disadari pohon yang ditebangnya menempel kabel listrik yang akhirnya menyetrumnya hingga tewas.

Koranlokal.com (Brebes) - Sungguh malang nasib Didi Prayitno (30) warga dukuh karang salam RT 02 Rw 08 desa Kalierang kec Bumiayu, maksud hati hendak menebang sebuah pohon albasia di kebun orangtuanya, namun sial belum sempat ia menebang pohon tersebut tubuhnya keburu tersengat aliran listrik tegangan tinggi, Senin (15/4/2013)pagi. 

Berdasarkan keterangan yang dapat dihimpun koranlokal.com menyebutkan, Mulanya korban sekira pukul 08.30 wib memanjat pohon albasia milik Dasim ayah korban yang berada sekitar 500 meter dari rumahnya, guna memangkas dahan dan ranting pohon sebelum ditebang. Namun baru beberapa dahan ia pangkas, ada sebuah dahan yang menyangkut kabel primer milik PLN. Diduga korban hendak menyingkirkan dahan tersebut, akan tetapi karena kabel primer itu terbuka dan memiliki tegangan yang sangat tinggi sehingga ayah satu orang anak ini tersetrum saat menyentuh kabel itu dan langsung jatuh ke tanah. 

Dalam waktu yang bersamaan muncul Sarwono (28) seorang tukang ojeg yang baru berangkat narik, melihat ada sosok tubuh tergeletak dan mengerang kesakitan, sarwono kemudian segera mencari bantuan orang lain untuk mengangkat tubuh korban tersebut guna dilarikan kerumah sakit terdekat.
" Kami langsung membawa korban kerumah sakit Bumiayu untuk mendapatkanpertolongan pertama, namun setelah korban sampai dirumah sakit dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis RSUD Bumiayu ternyata nyawanya sudah tak tertolong lagi" papar Sarwono. 

Kepala Desa Kalierang, M Shofwan membenarkan akan salah satu warganya yang meningggal dunia akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi dan kantor kecamatan Bumiayu untuk dilanjutkan ke Bupati Brebes. " Dari kejadian ini, kami menghimbau kepada seluruh warga, jika hendak menebang pohon yang diatasnya terdapat kabel yang serupa diharap hati-hati dan jika ragu segerah koordinasi dengan pihak PLN demi keamanan bersama" pungkasnya.(Dhan_KL.13/RI)

sumber : metro tv dan koran lokal

Minggu, 14 April 2013

Panen Raya, Harga Cabai di Brebes Jatuh


Metrotvnews.com, Brebes: Memasuki panen raya, harga cabai merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah jatuh.
 
Kalau sepekan sebelumnya masih Rp20-an ribu per kilogram, saat ini hanya Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram. Merosotnya harga cabai ini tersebab pasokan dari petani yang melimpah.
    
Tairin, 45, petani yang ditemui sedang menjual cabai merah di Pasar Cabai Tenjung, Kecamatan Tanjung, menyebut dengan harga Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram, petani belum bisa mendapatkan keuntungan.

sumber : Metro TV
foto : ilustrasi

Petani Bawang Brebes Bisa Galau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Mentri Pertanian, Rusman Heryawan khawatir petani bawang Brebes galau. Sebab, ribuan bawang impor segera masuk dan membanjiri pasar sejak Maret lalu.

Padahal, masa panen bawang merah segera datang. "Jangan sampai nanti ada protes kegalauan dari para petani lokal kita," ujar Wamentan saat ditemui di pembukaan Agrinex Expo 2013 di Jakarta Convention Centre, Jumat (5/4).

Kebijakan pemerintah terhadap komoditas bawang merah diakui kurang efisien. Pemerintah dinilai tidak berekspretasi harga bawang merah menjadi begitu tinggi. Pemerintah juga mengimbau para importir untuk segera menyelesaikan kelengkapan administasi, agar bawang merah dapat segera keluar dari pelabuhan.

Proses ini ditargetkan selesai selambatnya hingga akhir Mei. Sebab jika sudah memasuki Juni, kuota yang telah ditetapkan tidak bermanfaat. Jika bawang merah bisa masuk Januari atau Februari, gejolak harga dimungkinkan tidak akan terjadi.

sumber : republika 
foto : ilustrasi


13.153 Siswa SMA di Brebes Siap Ikuti UN

BREBES, suaramerdeka.com - Sebanyak 13.153 siswa di Kabupaten Brebes, Senin (15/4), secara serentak mulai mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA, MA dan SMK.
Selain itu, sebanyak 901 siswa kejar paket C juga melaksanakan UN di hari yang sama. Sementara, naskah soal bagi UN tersebut sudah distribusikan dari provinsi ke Dinas Pendidikan Pemkab Brebes sejak Sabtu (13/4).

Ketua Panitia UN Kabupaten Brebes, Dedi Priyono menjelaskan, UN di tingkat SMA, MA dan SMK itu dilaksanakan selama empat hari mulai hari Senin (15/4) hingga Kamis (18/4). Jumlah peserta tercatat sebanyak 13.153 siswa. Mereka meliputi siswa SMA sebanyak 4.867 anak, MA sebanyak 1.527 siswa dan SMK sebanyak 6.759 siswa. "Ini data yang resmi kami terima, sebab hingga hari ini belum ada laporan yang mengundurkan diri," katanya, Minggu (14/4). Selain mereka, lanjut dia, UN kali ini juga dilaksanakan bersamaan dengan siswa kejar paket C. Namun, untuk siswa kejar paket C itu dilaksanakan pada siang harinya.

Jumlah peserta UN kejar paket C tersebut sebanyak 901 anak. Terdiri dari, sebanyak 860 siswa jurusan IPS dan sebanyak 41 siswa jurusan IPA. Adapun lokasi ujian kejar paket C itu terbagi menjadi empat tempat yakni, SMA PGRI Brebes, SMP PGRI Brebes, SMA N 3 Brebes dan SMK Karya Bhakti Brebes. "Secara umum semua persiapan UN ini sudah siap. Bahkan, naskah soal hari ini sudah mulai didistribusikan ke tingkat kordinator wilayah," ujarnya. Dia mengungkapkan, pelaksanaan UN kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan semakin diperketat. Perbedaan itu pada jumlah paket soal. Tahun sebelumnya jumlah paket soal untuk satu ruangan hanya dua, dengan kode berbeda. Namun, saat ini jumlah paket soal sebanyak 20.

Artinya, setiap sisa dalam satu ruangan mengerjakan soal dengan kode dan isi berbeda. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan saat pelaksaan UN, khususnya terkait isu bocoran soal.
"Jadi sangat kecil kemungkinan akan terjadi kecurangan, karena setiap siswa ini mengerjakan soal yang beda. Ini yang membedakan pelaksanaan UN sebelumnya dan sekarang yang semakin diperketat," tandasnya.
sumber: suara merdeka
foto : ilustrasi

Sabtu, 13 April 2013

Agrowisata Kaligua

Perkebunan teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian Selatan. Wisata agro Kaligua dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Jadi wisatawan yang berkunjung dapat langsung menikmati hangatnya teh hitam (black tea) Kaligua atau dapat membeli sebagai oleh-oleh.


Perkebunan teh Kaligua merupakan warisan pemerintah kolonial Belanda. Pabrik dibangun pada tahun 1889 untuk memproses langsung hasil perkebunan menjadi teh hitam. Kebun ini dikelola oleh warga Belanda bernama Van De Jong dengan nama perusahaan Belanda John Fan & Pletnu yang mewakili NV Culture Onderneming. Sebagai penghargaan makam Van De Jong masih terawat sampai saat ini di lokasi kebun Kaligua.

Konon pada saat pembanguan pabrik, para pekerja membawa ketel uap dari Paguyangan menuju Kaligua ditempuh dalam waktu 20 hari. Peralatan tersebut dibawa dengan rombongan pekerja yang berjalan kaki naik sepanjang 17 km. Selama proses pengangkutan tersebut, para pekerja pada saat istirahat dihibur oleh kesenian ronggeng Banyumas. Sampai sekarang setiap memperingati HUT pabrik Kaligua setiap tanggal 1 Juni selalu ditampilkan kesenian tradisional tersebut.

Aksesibilitas
Lokasi wisata agro Kaligua terletak sekitar 10 kilometer dari arah kota Kecamatan Paguyangan, atau sekitar 15 kilometer dari Bumiayu. Jalur transportasi dapat ditempuh melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut dilewati jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek. Perjalanan mulai berkelok-kelok, dan naik-turun.

Geografis
Perkebunan teh Kaligua berada pada ketinggian 1200 - 2050 m dpl. Kondisi udara sangat dingin, berkisar 8° - 22° C pada musim penghujan dan mencapai 4° -12° C pada musim kemarau. Jadi tidak heran kalau wilayah perkebunan teh ini hampir selalu diselimuti kabut tebal. Perkebunan teh tersebut terletak di lereng barat Gunung Slamet (3432 m dpl)yang merupakan gunung tertinggi kedua di pulau jawa setelah Gunung Semeru. Dari salah satu tempat di perkebunan teh Kaligua kita dapat menikmati keindahan puncak gunung Slamet dari dekat, yaitu puncak Sakub. Nah jika ke Kaligua maka sempatkanlah untuk menikmati keindahan panorama indah, sekaligus kita dapat melihat keindahan gunung Ciremai, Tegal, dan Cilacap.

Kawasan wisata agro Kaligua memberikan banyak pilihan untuk wisata. Sebab, terdapat beberapa situs wisata menarik yang berada di seputaran Kaligua. misalnya Gua Jepang, Tuk Benih, Gua Angin, Makam Pendiri kebun Van De Jong. Beberapa vila milik perkebunan bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bermalam. Kawasan perkebunan teh Kaligua, selain menarik untuk sarana wisata keluarga, juga sangat cocok untuk refreshing bagi orang kota yang setiap hari disibukkan oleh rutinitas kerja. Untuk melayani wisatawan, pihak perkebunan menyediakan fasilitas homestay (penginapan) yang cukup baik.
 
Fasilitas ; penginapan, wisma Flamboyan (6 kamar),Wisma Dahlia (3 kamar), Wisma Kenanga (2 kamar),Wisma Anggrek (2 kamar), Gedung Pertemuan, Areal Camping,Areal outbond, Gazebo, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Tenis, Lapangan Volley, Tennis Meja & Billyard, Tea & Coffee corner (kafe), Hiburan Musik Orgen Tunggal, Jasa Layanan Teh & Catering, Pusat Layanan Kesehatan, Sarana Ibadah.

sumber : wikipedia
foto : dok brebesku


Metikan Pabrik Gula Jatibarang Brebes

Acara METIKAN (asal dari Metik = Panen) merupakan acara tradisi yang dilaksanakan oleh Pabrik Gula menjelang giling. 
Menurut sejarah Pabrik Gula, pada jaman Kolonial dimana pada waktu itu pengelola Pabrik masih dipegang oleh Bangsa Belanda (Bangsa Kolonial), menjelang musim giling pabrik gula melaksanakan acara Selamatan Giling disamping itu mengadakan hiburan rakyat untuk karyawan dan masyarakat sekitar Pabrik Gula. Istilah lain acara selamatan di tiap Pabrik Gula tidak sama, beberapa istilah antara lain Cembengan, Wiwitan, Royal-an, Bancakan.

Hiburan ini sangat menarik bagi masyarakat di sekitar Pabrik Gula, terbukti setiap tahun pengunjung sangat padat. Pengunjung hiburan pasar malam yang diselenggarakan kurang lebih 15 hari sebelum tanggal 28 Mei 2009, yang berasal dari daerah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal. Pada acara ini juga merupakan ajang bisnis para pengusaha, pedagang mainan anak, makanan dan pakaian dengan harga terjangkau, serta ajang promosi berbagai macam produk. Tidak ketinggalan pula keamanan terpadu dari Aparat Pemerintah maupun dari Karang Taruna, seperti Polsek Jatibarang, Koramil, Pamong Praja Kecamatan. Dengan tujuan agar kelangsungan acara metikan tersebut berjalan lancar tidak adanya gangguan. 

Panitia selamatan Pabrik Gula Jatibarang menyediakan tempat berupa kapling kurang lebih berjumlah 350 (tiga ratus lima puluh) kapling, untuk stand pasar malam di sepanjang jalan raya Jatibarang. Sedangkan untuk hiburan lain seperti Komedi putar, Orkes Melayu dan Film disediakan 2 (dua) tempat di depan Pabrik (dekat Koperasi PG) dan di lapangan sepak bola PG. Jatibarang dalam waktu 15 hari sebelum hari H (28 Mei 2009)


Istilah petik ini juga umum dipakai bagi masyarakat nelayan ketika musim ikan tiba dan oleh karenanya dilakukan upacara petik laut. 
Biasanya pada malam sebelum upacara “metikan” digelar, dilakukan pembacaan salawat. Maka, lantunan salawat nabi dan rampak rebana terdengar di sela-sela roda baja tua mesin pemeras pabrik gula. Ratusan karyawan pabrik gula duduk bersila dengan khusyuk membaca doa demi keselamatan dan keberhasilan musim giling yang akan dijalani. Sama dengan yang terjadi di PG Semboro, upacara dan kegiatan yang diselenggarakan PG tersebut memiliki magnitude bagi masyarakat untuk terlarut di dalamnya melalui serangkaian kegiatan. “Pesta kebun tebu” ditempat ini telah menjadi pesta rakyat dalam kalangan yang luas dan tidak hanya monopoli karyawan PG. Contohnya dengan adanya pagelaran pasar malam yang dilangsungkan selama beberapa hari. Sebagai gambaran suasana pasar malam di PG Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah pada tahun 2003 berlangsung sangat meriah. Anak-anak, remaja, dan orang tua membanjiri arena pasar malam yang padat hingga menutupi jalan sepanjang tak kurang dua kilometer di depan pabrik. Kota kecamatan yang kesehariannya tampak sunyi, dalam sepuluh hari terjadi hiruk-pikuk oleh kemeriahan pesta rakyat menjelang musim giling

Pusat ekonomi skala kecil tumbuh di sekitar pusat pesta menandakan akan adanya rezeki dengan dimulainya giling tebu itu. Keramaian itu mengundang para pedagang dari luar Jatibarang untuk menggelar dagangannya. Serta hiburan musik dangdut dengan penyanyi lokal Jawa Tengah yang tetap menjadi hiburan primadona bagi kaum pedesaan di wilayah itu.Perputaran uang di pasar malam itu diperkirakan puluhan juta setiap malam. Tiket masuk untuk nonton dangdut Rp 5.000 per kepala dan stan berkapasitas tempat duduk 300 kursi. Dalam semalam, stan dangdut tersebut dapat mengelar delapan kali pertunjukan. Belum lagi para pedagang arum manis hingga pakaian.

Denyut ritme kehidupan rakyat jelata dan nadi perekonomian rakyat terasa tumbuh. Denyut perekonomian tersebut terselenggara secara murni dari kreativitas masyarakat setempat dan bukan prakarsa pemerintah daerah setempat. Geliat ekonomi itu dijalankan rakyat secara mandiri. Suasana di atas merupakan cermin singkat yang amat terasa betapa perekonomian rakyat pedesaan secara riil itu kentara, di sekitar lokasi pabrik gula menjelang musim giling. Perekonomian rakyat bawah menjadi hidup dan menjadi mata rantai perekonomian rakyat yang tak terputus selama musim giling bergulir.

Mulai persiapan musim giling, pabrik gula sudah membutuhkan tenaga buruh untuk memperbaiki mesin pabrik yang rusak agar rendemen yang dihasilkan meningkat. Di lahan pertanian dibutuhkan buruh tebangan, sementara sebelumnya tenaga kerja dibutuhkan untuk pemilahan bibit untuk musim tanam tahun depan. Sopir-sopir truk yang mengangkut tebu dari lahan tebangan menuju pabrik juga ketiban rezeki. Belum lagi masyarakat sekitar pabrik yang memanfaatkan musim giling untuk membuka warung makanan, tentunya juga para petani tebu di kawasan itu. Mata rantai ekonomi semacam itu menjadi panjang dan tak terputus bila ingin dijabarkan satu per satu.

Memang tak dapat dimungkiri, secara sistematis industri gula di Pulau Jawa yang notabene peninggalan Belanda itu masih bersifat tradisional dan membutuhkan banyak tenaga kerja, namun setidaknya mampu memberikan penghidupan bagi masyarakat pedesaan.
 
sumber:http://zhizqy.blogspot.com/2009/06/metikan-pabrik-gula-jatibarang.html
foto : google / ilustrasi

Jumat, 12 April 2013

Telkom gelar pelatihan internet untuk Pemkab Brebes

 
Wakil Bupati Brebes, Narjo, didampingi Kakandatel Brebes, Djarot Sugiarto, membuka pelatihan pelatihan  “Menuju Brebes Cyber City”. Pelatihan internet yang diadakan atas kerja sama PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Jateng Barat Utara dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, tersebut digelar pada Senin (8/4), di Aula Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Brebes, Jawa Tengah.

Narjo mengapresiasi Telkom atas terselenggaranya pelatihan internet tersebut. Menurutnya, Telkom sudah turut membantu mencerdaskan masyarakat Kabupaten Brebes untuk melek IT. Djarot juga menuturkan saat ini Telkom sudah menggelar fiber optic untuk pelatihan internet dengan kecepatan 10 Mbps.
 
”Saya berharap hasil dari pelatihan ini bisa dibagi ke sesama pegawai maupun lingkungannya sehingga bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat luas, karena dengan menguasai teknologi informatika semua akan menjadi gampang dan mudah,” ujar Narjo
 
Pelatihan yang diikuti oleh lebih dari 540 peserta ini melibatkan komunitas baik pemerintah maupun swasta yang berada di Kabupaten Brebes.
 
sumber : http://telkomsolution.com/news/it-solution/telkom-gelar-pelatihan-internet-untuk-pemkab-brebes

Kuliner Brebes : Ketupat Sate Blengong

Siapa yang tak kenal Pak Kasturi (52), pak kasturi adalah salah satu dari 33 penjual ketupat sate blengong yang berada di kota Brebes. Warung ketupat sate blengong pak kasturi berlokasi di sebelah utara Komplek Islamic Center Brebes, dari mulai buka pkl.16.00-18.30 tidak pernah sepi dari pengunjung baik dari kota brebes sendiri maupun dari kab/kota lain bahkan ada yang dari luar pulau jawa yang sengaja singgah hanya untuk menikmati wisata kuliner khas kota Brebes yang satu ini.
Menurut Anton (27) asal Kab. Pemalang yang sengaja singgah bersama 5 orang temannya, saya sudah yang ketujuh kalinya ke Brebes, menurutnya makanan yang menjadi trade mark Wisata kuliner di Brebes ini memang pantas, karena disamping rasa ketupatnya yang lezat, juga rasa sate blengongnya yang empuk dan nikmat dengan aroma bumbu yang khas brebes, membuat kita menjadi ketagihan disamping itu tidak dapat kami temukan di Kab/Kota lain, sehingga kami berenam sengaja ke Brebes.
 
Lain halnya dengan Ibu Rosita (34) asal Banjarmasin, singgah ke pak kasturi dalam perjalanan dari Semarang ke Jakarta karena informasi temannya yang saat itu studi banding ke Kab. Brebes, menurutnya me
mang betul rasanya aduhai dan satenya panjang sekali  + 35 cm kalau dengan  tusuknya + 50 cm wah..wah..wah dan bumbu satenya terasa sekali di lidah dan khas bikin lidah bergoyang.
Ketupat sate blengong juga dapat dijumpai di Alun-alun Brebes pada malam hari, dengan ciri menggunakan tenda, gerobak dengan penerangan lampu minyak sehingga ruangannya redup, namun saat ini sudah banyak yang menngunakan penerangan listrik.
 
Salah satu penjual sate blengong di malam hari adalah Tamim (48) bapak 1 orang anak berjualan ketupat sate blengong ini meneruskan usaha bapaknya yang saat itu mulai usahanya sekitar tahun 70 an, dengan menempati trotoar di depan Kantor Bank BPD Jateng Cabang Brebes yang masih sekitar Alun-Alun Brebes. Mulai buka pkl. 18.00 dengan bangunan tenda dan penerangan lampu minyak. Pembeli ketupat sate blengong pak tamim ini tidak hanya dari brebes saja, tapi dari berbagai macam daerah, karena lokasi jualan pak tamim kebetulan di tepi jalan jurusan Jakarta – Semarang. Dalam berjualan Pak Tamim dibantu 3 karyawan, untuk sehari saya tuturnya menghabiskan 5 ekor blengong/mentok dan 7 kg beras  untuk ketupat dengan omset penjulannya + Rp. 900.000 – 1.000.000,/hari , masalah keuntungan per hari mas? ya namanya orang jualan makanan mas, tidak pasti kadang rame , kadang sepi. kalau sepi ya  + Rp. 200.000,- dan kalau reme ya bisa mencapai Rp. 350.000/hari (Red:massyafri-2010)
 
sumber : Dinas Peternakan Brebes